Riekha

PSIKOLOGI KOGNITIF Edisi Riekha

Posted on: 27/03/2011

Pengantar  &  Metode Penelitian

—Psikologi Kognitif à studi terhadap proses-proses yang melandasi dinamika mental.
—Meliputi beberapa proses:
a.input eksternal
b.atensi  selektif dan persepsi
c.Pembentukan representasi internal (disimpan dalam memori)
d.Pengambilan keputusan dan perencanaan
e.Pengambilan tindakan.

Perspektif Empiris

-Pengetahuan diperoleh

-dari pengalaman

-sepanjang hidup.

Perspektif Nativis

“Manusia dilahirkan dengan pengetahuan yang tersimpan di otaknya”

Abad 18

•Penganut Empirisme (George Berkeley, David Hume, James Mill, & John Stuart Mill) à representasi internal terdiri dari 3 jenis: peristiwa sensorik langsung, peristiwa yang disimpan dalam memori, transformasi dari peristiwa-peristiwa ini dalam proses berpikir.
•David Hume  (1860-an) à representasi internal dibentuk berdasarkan peraturan dapat didefinisikan dan formasi serta transformasi tersebut membutuh-kan waktu dan usaha.
•Asumsi Hume mendasari sebagian besar psikologi masa kini.

Abad 19

•Wundt (Jerman) & Titchener (Amerika) à menekankan struktur representasi mental melalui penelitian mereka terkait introspeksi.
•Brentano (Austria) à menekankan proses atau tindakan dari representasi mental.
•F.C Donders & James Cattellà mengadakan eksperimen terkait persepsi terhadap tampilan visual à menerbitkan laporan eksperimen à awal munculnya disiplin ilmu formal baru (psi.kognitif)
Abad 20

Edward C. Tolman (1932) à mengembangkan konsep peta kognitif berdasarkan eksperimen tikus yang diletakkan dalam labirin untuk menemukan makanan.

•Meneliti memori manusia à Apa yang diingat terkait dengan kesan keseluruhan yang didapat dari sebuah cerita atau pengalaman.
•1956  à Lahir gelombang revolusi kognitif
•George miller (1956) à pionir evaluasi empiris terhadap kognisi.
•Ulrich Neisser (1960-an) à menulis buku teks psikologi kognitif yang pertama.
•Disiplin ilmu psikologi kognitif resmi muncul.

Psikologi kognitif berkutat dengan:

•Cara memperoleh & memproses informasi mengenai dunia,
•cara informasi itu disimpan & diproses oleh otak,
•cara kita menyelesaikan masalah,
•berpikir & menyusun bahasa, dan
•bagaimana proses-proses ini ditampilkan dalam perilaku yang dapat diamati.

Metafora

àSering digunakan untuk menjelaskan proses-proses kognitif à namun, ini menyesatkan.

Contoh:

memori   =  laci/rak penyimpanan

Model

•Model à kerangka kerja organisasional untuk menjelaskan proses-proses.
•Disusun berdasar à kesimpulan yang diambil dari observasi.
•Tujuan à menyediakan representasi yang dapat dipahami tentang hasil observasi dan untuk membantu menyusun prediksi.

Pemprosesan informasi

•Perspektif ini lazimnya dihubungkan dengan rangkaian peristiwa yang terjadi menurut urutan waktu.
•William James (1990) à mengembangkan konsep memori primer & memori sekunder.
•Waugh & Norman (1965) à membuat revisi lanjutan model pemprosesan informasi milik James.

Neurosains

—Berfokus pada fungsi-fungsi otak yang mendasari pembentukan pengalaman kognitif.
—Karl Lashley (1929) à tokoh penting neurosains; beberapa fungsi sesungguhnya terdistribusi di seluruh bagian otak.
—Mountcastle (1979) à sistem yang paralel à fungsi kerja otak berupa pendistribusian jaringan-jaringan yang diproses ke seluruh area korteks, alih-alih dipusatkan.

Ilmu komputer

—Generasi komputer modern berusaha menyusun suatu jenis komputer yang terstruktur & memiliki kinerja seperti otak manusia.
—David Rumelhart & James McClelland à membakukan model PDP yang didasarkan pada jaringan neural manusia.
—PDP (parallel distributed processing–pemrosesan paralel terdistribusi) à model kognisi dengan asumsi dasar bahwa informasi diproses dalam cara serupa dengan pemprosesan di jaringan neurologis.
—Adanya jaringan mengindikasikan bahwa pemprosesan neural berlangsung bersamaan, di area yang berbeda-beda, dengan hubungan (koneksi) yang diperkuat atau diperlemah.

Psikologi evolusioner

—Ide: pendekatan fungsionalis adalah pendekatan terbaik dalam memahami kognisi.
—Tooby & Cosmidesà fitur-fitur atau trait-trait yang adaptif tetap ada hingga sekarang karena itu semua memang dipilih melalui seleksi alam & diwariskan ke generasi selanjutnya.

Keunggulan: penekanannya pada teori-teori & model-model yang dikembangkan melalui pertimbangan kegunaan sebuah trait/prose.

—Ilmu kognitif masa kini menekankan bidang-bidang interdisipliner: ilmu komputer, filsafat, psikologi, neurosains, linguistik, dan antropologi.
—Sumber: metode yang digunakan para peneliti Jerman (Wundt, dkk) untuk mempelajari memori, asosiasi, & proses-proses psikologis.
—Contoh metode penelitian: studi observasi (mendeskripsikan fenomena) dan eksperimen (menjelaskan fenomena).
—Definisi operasional: menjabarkan konsep secara detail & jelasà konsep abstrak menjadi konsep konkret.
—Unit analisis: bahan/fokus utama studi, yang pada akhirnya menentukan apa yang diukur.

Mengukur korelasi  psikologis dengan dunia nyata.

Psikofisika

—Adalah studi ilmiah tentang hubungan stimuli dengan sensasi & persepsi yang ditimbulkan oleh stimuli tsb.
—Asumsi: adanya hubungan fungsional antara kondisi psikologis dengan stimulus fisik.

Studi sel tunggal

—Hubel & Wiesel (1959)

eksperimen memetakan korteks

visual pada kucing.

Mengukur korelasi  psikologis dengan dunia nyata

Studi waktu-reaksi

—Untuk meneliti proses-proses kognitif.
—Mengukur waktu yang diperlukan partisipan untuk menyelesaikan sebuah tugas sederhana.

Studi priming

—Stimulus disajikan sekilas dan setelah jeda, stimulus kedua disajikan & partisipan diminta membuat penilaian terkait stimulus kedua.

Ada dua macam: efek priming semantik & efek priming objek.

Studi pelacakan bola mata

Dasar: kita hanya dapat melihat objek yang berada dalam area pandang à berkembang teknik ini untuk menentukan arah fiksasi mata pada sesuatu.

Studi lateralisasi

Asumsi: seandainya sebuah objek diperuntukkan bagi otak kiri, akhirnya akan diproses oleh otak kanan, akibatnya waktu pemprosesan akan lebih lama.

Otak manusia adalah daerah yang belum dijelajahi yang terakhir dan terbesar..

– Menurut James Watson.

Menjelaajah otak

—Neurosains kognitif: pendekatan dalam psikologi kognitif yang memusatkan kajiannya pada otak.
—Otak manusia hanya seberat 3 pon, lunak, dan kecil; tapi kemampuannya dalam memproses informasi seolah tak terbatas.
—Jaringan neuron yang rumit dalam otak manusia à sisten terumit yang dikenal manusia.
—Kemampuan otak manusia untuk melakukan analisis perhitungan terhadap sinyal-sinyal sensoris & pemahamannya sungguh rumit.
isi pikiran tubuh
—Rene Descartes à yakin ada semacam filamen (benang) yang menghubungkan tangan dengan otak à lengkung refleks (reflex arc).
—Filsuf setelah Descartes à mencari hubungan antara pikiran dan tubuh.
—Filsuf & ilmuwan zaman awal menganggap pikiran & tubuh sebagai dua dunia yang berbeda & terpisah.

Asumsi: satu dunia dipusatkan pada alam fisik (tubuh) sedangkan dunia lain dipusatkan pada alam mental (pikiran).

—Para ilmuwan yang mendukung dualisme tubuh-pikiran percaya bahwa tubuh dan pikiran dapat eksis bersama-sama.
—Otak terdiri dari neuron-neuron; selalu bekerja; tidak pernah istirahat; selalu dipenuhi aktivitas elektrokimia.
•CNS terdiri dari saraf tulang belakang & otak.
•Unsur dasar pembentuk: neuron à sel khusus yang mengirimkan informasi sepanjang sistem saraf.
•Setiap neuron mampu menerima & mengirimkan impuls neural ke ribuan neuron lain.
•Jumlah neuron di otak manusia diperkirakan 100 miliar.

Empat bagian utama neuron:

a.Dendrit à menerima impuls neural dari neuron lain.
b.Tubuh sel àmenjaga kondisi dasar neuron: menerima nutrisi & melenyapkan limbah organik.
c.Akson àmenghubungkan tubuh sel dengan sel-sel lain melalui semacam persimpangan yang disebut sinapsis. Akson berukuran besar dikelilingi myelin yg berperan sebagai insulator untuk mempercepat transmisi impuls neural/
d.Terminal prasinaptik à bersama-sama dendrit membentuk sinapsis.
—Pada sinapsis à informasi kimiawi dipertukarkan dari satu neuron ke neuron lain dalam wujud neurotransmitter.
—Neurotransmitter memiliki berbagai efek, misal efek inhibitoris (mencegah neuron penerima menembakkan impuls) & efek eksitatoris (merangsang neuron penerima menembakkan impuls).
—Kecepatan perjalanan impuls bergantung pada panjang akson.
—Jumlah neuron saat manusia lahir à sudah lengkap, tidak ada pembentukan baru setelah itu.
—Jumlah neuron akan hilang seiring proses penuaan atau saat cedera.
•Dendrit baru untuk membentuk koneksi baru antarneuron dapat diproduksi hingga manusia usia 2 tahun.
—Pengetahuan manusia disandikanà tidak disimpan hanya dalam 1 neuron

Para ahli meyakini à proses kognisi manusia terjadi di pola-pola besar aktivitas neural yang terdistribusi di seluruh otak, yang berfungsi secara paralel, dan beroperasi melalui koneksi eksitatoris & inhibitoris.

Pada zaman dulu, ahli anatomi otak menemukan struktur & fungsi organ melalui pembedahan à menerka fungsi berdasarkan bentuk organ.

•Otak manusia terbagi menjadi 2 struktur sejenisà hemisfer serebral kiri & kanan.
•Hemisfer diselubungi lapisan korteks serebral à sejenis material tipis & basah, berwarna abu-abu, dipadati tubuh-tubuh sel neuron & akson-akson pendek yang tidak terselubung myelin.
•Tebal korteks serebral à 1,5-5 mm.
•Gyri à‘bukit-bukit’ yang tampak di antara lipatan-lipatan.
•Sulci à galur-galur di otak.

Korteks serebral

•Diasumsikan menjadi pusat proses berpikir & kognisi à nyatanya, proses kognisi melibatkan banyak area di otak.
•Korteks serebral à struktur otak yang berevolusi paling akhir.
•Terlibat dalam à persepsi, berbicara, tindakan kompleks, berpikir, pemprosesan & produksi bahasa, serta proses lain yang menjadikan manusia berbeda dengan mamalia lain.

Lobus-lobus di korteks serebral:

1.Lobus frontal à pengendalian impuls, pertimbang-an, pemecahan masalah, pengendalian & pelak-sanaan perilaku, & pengorganisasian kompleks.
2.Lobus temporal à memproses sinyal-sinyal auditori, pendengaran, pemprosesan auditori tingkat tinggi (wicara), pengenalan wajah.
3.Lobus Periental à mengintegrasikan informasi sensoris dari pancaindera, pemanipulasian objek, pemprosesan visual-spasial.
4.Lobus oksipital à pemprosesan visual.

Area-area sensori-motor

•Penelitian abad 19 à arus listrik ringan diproses secara kontralateral.
•Kontralateral: informasi sensorik dari saraf tulang belakang (saat menyentuh suatu objek) memasuki tubuh bagian kiri à berpindah ke tubuh bagian kanan & diproses terlebih dulu oleh hemisfer kanan.
•Roger Penfield, Kanada à memetakan area-area sensorik & motorik dalam otak.
•Simpulan: semakin penting fungsi suatu organ à semakin besar ukuran korteks motorik yang mengendalikan organ tsb.

Penelitian awal dalam lokalisasi fungsi kortikal

•Zaman kuno à ilmuwan yakin: otak tidak berkaitan dengan pikiran & persepsi.
•Aristoteles à mengatribusikan fungsi pikiran persepsi ke kinerja jantung.
•Berabad-abad kemudian à praktik frenologi menyatakan karakter manusia, kepribadian, persepsi, kecerdasan, dsb terpusat pada tempat-tempat spesifik di otak.
—Menurut frenologà menganalogikan otak dengan otot à otak dapat dilatih, dibentuk.
—Karakteristik, bakat, dan emosi dapat diukur dengan memeriksa tonjolan dan lekukan pada permukaan tempurung kepala.
—Silas Hubbard à menemukan benjolan di tempurung kepala yang berkaitan dengan cinta kasih.
—Frenolog mempelopori lokalisasi à menentukan fungsi pada tempat-tempat khusus dalam korteks serebral otak atau bagian lain dari sistem saraf.
—Tahun 1800-an, kasus Phineas Gage (pekerja dengan korteks depan tertembus batang logam) à menunjukkan bahwa lobus frontal mengendalikan temperamen seseorang (bukti: perilaku Gage yang berubah setelah kecelakaan).
—Penemuan ini memicu penelitian Antonio Moice pada lobus frontal kera à praktik psychosurgery (1930).
—Walter Freeman, dkk à mengembangkan psycho-surgery pada lobus frontal manusia.
—Psychosurgery à kemudian dikenal dgn lobotomi.
—Penelitian Roger Sperry (1950-an) à menentukan fungsi berbeda yang terasosiasi dengan setiap hemisfer.
—Berbagai penelitian Gazzaniga, Bogen, & Perry meng-indikasikan:
a.Hemisfer kiri à fungsi-fungsi khusus (bahasa, konseptualisasi, analisis, & klasifikasi)
b.Hemisfer kanan à pengintegrasian informasi sepanjang waktu (seni atau musik, pemrosesan spasial, mengenali arah jalan, berpakaian).
—Penelitian Gazzaniga selanjutnya (1983) à hemisfer kanan memiliki kemampuan pemprosesan linguistik, terutama bahasa tertulis.
—Seluruh pengamatan mengindikasikan à ada semacam kelenturan dalam otak manusia yang berkembang & bahwa fungsi otak terbagi merata di berbagai region & hemisfer yang berbeda.
—Korpus kalosum dipotong (prosedur belah-otak) à informasi yang diterima satu sisi retina (misal: sisi kanan retina di mata kanan), akan terjebak di hemisfer yang berhubungan dengan sisi retina tersebut (hemisfer kanan).
•Penelitian konsep “busur-panah” Gazzaniga à kedua hemisfer masih dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain, walau tanpa korpus kalosum. Tapi, tanpa pemahaman konsep busur-panah sebagai satu kesatuan.
•Penelitian oleh Levy, Trevarthen, dan Sperry (1972) à hasil: setiap hemisfer mengenali citra yang terpisah.
•Setiap hemisfer memiliki spesialisasi fungsi; spesiali-sasi tsb tidak dapat digunakan oleh hemisfer lain tanpa adanya korpus kalosum.

Studi kognitif terhadap partisipan yang memiliki korpus kalosum

•Partisipan penelitian: pria yang tidak kidal.
•Logika penelitian: informasi pada mulanya diproses pada satu hemisfer, kemudian akses terhadap informasi tsb haruslah cepat.
•Hasil: secara umum, mendukung teori hemisfer kiri unggul dalam pemprosesan kata-kata & huruf; hemisfer kanan unggul dalam pemprosesan spasial.
•Pada manusia normal yang memiliki jaringan koneksi utuh, kedua hemisfer bekerja secara kooperatif dengan saling berkomunikasi secara intens.
•Ilmuwan neurosains à ilmuwan yang mempelajari neurosains, atau cabang dari ilmu yang meliputi studi neuroanatomi, neurofisiologi, fungsi otak, & model kerja otak dari disiplin psikologi maupun ilmu komputer.
•Neurosains kognitif à ilmu yang menyediakan dasar-dasar untuk lebih jauh lagi menyelidiki isu-isu lama terkait pikiran & tubuh.
•Ilmu neurosains kognitif (Richard Thompson) à perkawinan alami antara neurosains & ilmu kognitif; secara bebas dapat disebut ilmu tentang otak & pikiran.

Alasan psikolog kontemporer meminjam informasi & teknik dari neurosains, dan sebaliknya:

a.Kebutuhan menemukan bukti fisik yang mendukung struktur pikiran (yang bersifat teoretik).
b.Kebutuhan para ilmuwan neurosains untuk menghubung-kan penemuan mereka dengan model-model fungsi otak & kognisi yang lebih komprehensif.
c.Sasaran klinis untuk menemukan korelasi antara patologi otak & perilaku (simtom).

.   Meningkatnya keterlibatan fungsi neurologis dalam model-model yang menggambarkan kinerja pikiran.

e.Para ahli komputer membuat simulasi kognisi manusia dengan mengembangkan piranti lunak yang mampu berperilaku seperti otak manusia. Pendekatan terhadap otak & komputer à arsitektur jaringan neural.
f.Berkembangnya teknik-teknik yang memungkinkan para ilmuwan “mengintip” ke dalam otak manusia & mengungkap struktur serta proses yang belum pernah terlihat sebelumnya à pemindaian PET, pemindaian CT, teknologi MRI, & teknologi EEG
—Sensasi à pendeteksian dini terhadap stimuli.
—Persepsi à interpretasi hal-hal yang diindra.

Penglihatan

•Adalah pendeteksian sebuah bagian kecil gelombang elektromagnetik (yang disebut ‘cahaya’).
•Berkas cahaya memasuki mata melalui kornea & lensa àmengarahkan berkas citra (dari objek yang dilihat) ke retina.
•Pengenalan pola, ditampilkan di retina dalam bentuk dua dimensi à persepsi tingkat tinggi kemudian diaktifkan ketika impuls-impuls tersebut ditransfer melalui jalur saraf penglihatan ke korteks visualà impuls dikombinasikan dengan pengetahuan yang telah ada menghasilkan pengenalan (recognition).
ilusi
—Psikofisika à studi yang mempelajari hubungan antara perubahan-perubahan fisik di dunia dengan pengalaman-pengalaman psikologis akibat perubahan tersebut.
—Ilusi persepsi à realitas dan persepsi tidak sama; kegagalan kemampuan manusia untuk mempersepsi.
—Ilusi Muller-Lyer menunjukkan adanya struktur permanen, kokoh, di dalam otak.
Pengentahuan sebelumnya
—Hubungan antara persepsi & pengetahuan sebelumnya tentang dunia dimanifestasikan dalam wujud ilusi geometri & penginterpretasian data-data ilmiah.
—Persepsi dipengaruhi pengetahuan, hipotesis yang disusun, dan prasangka.
—Figure-ground: persepsi pada dasarnya dipolakan ke dalam 2 aspekà figur yang tampak menonjol & latar belakang/dasar yang tidak jelas.
—Kamuflase: suatu objek alamiah menjadi sulit dilihat karena membaur dengan latar belakang tertentu.
—Studi-studi awal mengindikasikan àotak memiliki beberapa karakteristik umum, misal adanya prinsip kontralateralitas (yaitu bahwa kerusakan serebral di sebuah hemisfer akan menyebabkan gangguan atau defisiensi di bagian tubuh yang berlawanan).
—Ilmuwan kognitif modern à “mengamati” cara kerja otak, saat otak mengolah informasi tentang dunia & bagaimana persepsi tsb ditransfer melalui labirin neural dalam otak dengan teknik yang meliputi data-data behavioral, misal eksperimen waktu-reaksi & teknologi pencitraan (PET, CT, fMRI).
—Psikolog evolusioner à sistem sensorik manusia berkembang melalui peruibahan-perubahan fisik yang terjadi seiring evolusi planet ini.
—
—Neisser (1967) à memori ikonik: kemampuan kesan-kesan visual untuk menetap selama jangka waktu singkat (sehingga bisa diproses lebih lanjut).
—Penyimpanan ikonik memiliki kapasitas sekurang-kurangnya sembilan item dengan jangka waktu penyimpanan sekitar 250 milidetik.
—George Sperling (1960) à berargumen bahwa jika ikon sedang memudar saat sedang berusaha melaporkan seluruh huruf ke dalam penyimpanan ikoniknya, maka laporan huruf menjadi parsial.
—Informasi auditorik disimpan dalam ruang penyimpanan agar dapat diolah lebih lanjut.
—Penyimpanan ekhoik menyimpan input auditorik dengan durasi sekitar 4 detik.

Penelitian Moray, dkk (1965) à kemampuan mengingat pada metode pelaporan parsial (dengan menggabungkan isyarat cahaya & suara) jauh lebih baik daripada pelaporan penuh

—Terdapat 5 isu terkait atensi:
a.Kapasitas pemprosesan & selektivitasà memperhati-kan sejumlah stimuli eksternal dari dunia eksternal, alih-alih seluruh stimuli yang ada.
b.Kendaliàkendali pilihan stimuli untuk diperhatikan.
c.Pemprosesan otomatisà proses rutin yg amat familiar sehingga hanya memerlukan sedikit atensi sadar.
d.Neurosains kognitifàotak & sistem saraf pusat adalah pendukung anatomis bagi atensi.
e.Kesadaranàatensi membawa peristiwa-peristiwa ke alam kesadaran.

Kesadaran

•Dipengaruhi karya Sigmund Freud à kesadaran mempengaruhi pikiran & persepsi; ketidaksadaran mempengaruhi ketakutan & hasrat tidak senonoh.

Persepsi Subliminal

•Persepsi subliminalàstimuli yg berada di atas limen, tapi tidak memasuki kesadaranà subraliminal (di atas limen, yaitu ambang sensorik di mana sebuah stimulus baru dapat dipersepsi. )
•Studi menunjukkan à manusia dapat mempertahan-kan informasi yang diabaikan oleh indra; bahwa stimuli subliminal mempengaruhi pengenalan kembali (recognition) terhadap stimuli selanjutnya.

Lokasi Filter

•Model-model atensi kontemporer berfokus pada tempat informasi diseleksi (atau difilter) dalam proses kognitif.
•Teori filter à manusia tidak menyadari keberadaan sinyal-sinyal pada tahap-tahap awal pemprosesan informasi, namun, setelah melalui sejumlah keputusan atau penyeleksian, sejumlah sinyal dikirimkan ke tahap pemrosesan selanjutnya.
—Kita memilih hanya sebagian kecil stimuli dari seluruh stimuli yang ada di sekeliling kita, tampak dari berbagai peristiwa sehari-hari, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.
—Selektivitas stimuli à terjadi akibat kurangnya kapasitas saluran, yakni ketidakmampuan kita memproses seluruh stimuli sensorik secara bersamaan.
—Keterbatasan kapasitas & atensi selektif mengimplikasikan à adanya kemacetan (bottleneck) struktural dalam pemprosesan informasi.
—Organisasi pola à melibatkan kerjasama seluruh stimuli dalam menghasilkan sebuah kesan yang melampaui gabungan seluruh sensasi.
—Beberapa hukum Gestalt lain meliputi àhukum keterdekatan (law of proximity), hukum kesamaan (law of similarity), hukum penutupan (law of closure), hukum simetri (law of symmetry), hukum kontinuitas (law of continuity), & hukum nasib bersama (law of common fate).
—

Teori pembentukan prototipe

—Pengenalan objek à hasil dari abstraksi terhadap stimuli, yang disimpan dalam memori & berfungsi sebagai suatu bentuk ideal, yang digunakan untuk mengevaluasi pola-pola yang diamati.
—2 model dalam teori ini:
a.Teori tendensi sentral à sebuah prototipe mewakili rata-rata suatu set eksemplar.
b.Teori frekuensi atribut à suatu prototipe mewakili mode/penyajian terakhir atribut-atribut yang paling sering dijumpai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Listiana Advokat: Terima kasih sudah hadir di blog saya, dan terima kasih juga karena ternyata tulisan saya mendapat respon yang baik dari anda. Semoga bermanfaat ya...
  • rikh4: Masax ia ???kwkww
  • Badual: kerenlah kalu begitu!!

Kategori

%d blogger menyukai ini: