Riekha

Emosi Pada Usia Remaja

Posted on: 29/03/2011

Masa remaja (usia 12 sampai dengan 21 tahun) dikenal dengan masa storm and stress. Pada masa ini terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan secara psikis.

Pada masa remaja terdapat beberapa fase:

1. Fase remaja awal (usia 12 tahun sampai dengan 15 tahun).
2. Fase remaja pertengahan (usia 15 tahun sampai dengan 18 tahun).
3. Fase remaja akhir (usia 18 sampai dengan 21 tahun).
4. Fase pubertas, (usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 16 tahun), merupakan fase yang singkat dan terkadang menjadi masalah tersendiri bagi remaja dalam menghadapinya.

Masa pubertas berada tumpang tindih antara masa kanak-kanak dan masa remaja, sehingga kesulitan yang ada pada masa tersebut dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam menghadapi fase perkembangan selanjutnya. Pada fase tersebut, remaja mengalami perubahan dalam sistem kerja hormon (dalam tubuhnya) yang memberi dampak baik pada bentuk fisik (terutama organ-organ seksual) dan psikis, terutama emosi.

Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak terlepas dari pengaruh lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah, teman-teman sebaya, serta aktivitas-aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Masa remaja identik dengan lingkungan sosial. Lingkungan sosial menuntut mereka untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Jika aktivitas-aktivitas yang dijalani di sekolah, di mana sebagian besar waktunya berada di sana, tidak memadai untuk memenuhi tuntutan gejolak energinya, maka remaja seringkali meluapkan kelebihan energinya ke arah yang negatif (contoh: tawuran).

2 Tanggapan to "Emosi Pada Usia Remaja"

emmh.
jadi solusi yang baik bagaimana ya,untuk mencegah hal negatip yang terjadi pda remaja..?

salam.
nice post.

Fungsi Keluarga Bagi Remaja
Ada tiga faktor yang merupakan fungsi dari keluarga seperti berikut ini.

1. Keluarga dapat memenuhi kebutuhan remaja akan keakraban dan kehangatan.
2. Keluarga dapat memupuk kepercayaan diri anak dan perasaan aman untuk dapat berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain.
3. Keluarga dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki anak.

Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai perbuatan-perbuatan yang mengganggu ketenangan dan kepentingan orang lain dan kadang diri sendiri. Biasanya kenakalan remaja pada umumnya adalah akibat dari kegagalan sistem kontrol diri. Yakni gagal mengawasi dan mengatur perbuatan dan inisiatif mereka. Jadi merupakan produk ketidakmampuan anak remaja dalam mengendalikan emosi primitif mereka, yang kemudian disalurkan dalam perbuatan kenakalan.

Kualitas rumah tangga atau – kehidupan keluarga memainkan peranan penting dalam membentuk kepribadian remaja. Oleh karena itu – tradisi, sikap hidup, kebiasaan, dan falsafah hidup keluarga besar sekali pengaruhnya dalam membentuk tingkah laku dan sikap setiap anggota keluarga. Dengan kata lain, tingkah laku orangtua yang cenderung kriminal mudah sekali menular kepada anaknya.

Tindakan kenakalan remaja dalam keluarga juga bisa disebabkan oleh banyak hal. Antara lain:

* Anak kurang mendapat perhatian, kasih sayang dan tuntunan orangtua, karena ayah dan ibunya sibuk mengurusi permasalahannya serta konflik batin sendiri.
* Anak-anak tidak pernah mendapatkan latihan fisik dan mental yang sangat diperlukan dalam hidupnya. Mereka tidak dibiasakan berdisiplin dan mengontrol diri dengan baik. –
* Kurang teraturnya pengisian waktu luang. Orangtua jarang memperhatikan cara-cara yang baik dalam-mengisi waktu luang bagi anak-anak. Akibatnya, banyak kegiatan-kegiatan yang sebenarnya diminati anak tetapi tidak disalurkan, sehingga timbul perbuatan negatif sebagai kompensasinya.
* Tidak stabilnya keadaan sosial ekonomi suatu keluarga. Apabila’ ‘ keadaan sosial dan ekonomi suatu keluarga tidak stabil, kemungkinan – anak akan mengalami guncangan sosial, sehingga timbul tindakan-tindakan yang dipandang sebagai kenakalan remaja.
* Banyak film dan buku-buku bacaan yang tidak baik. Film dan buku-buku bacaan yang menggambarkan kejahatan banyak sekali disenangi kaum remaja. Jiwa yang tertekan membuat mereka mencari jalan penyaluran lewat tokoh-tokoh dalam buku-buku bacaan tersebut. Akhirnya secara tak sadar, mereka meniru pahlawan-pahlawan yang tidak bermoral dalam film atau bacaan itu.
* Lingkungan tinggal juga berpengaruh terhadap kenakalan remaja. Kurangnya, perhatian masyarakat terhadap pendidikan anak sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.

Hukuman Tidak Efektif
Untuk mengembalikan anak-anak yang nakal kepada budi pekerti yang baik, tidaklah mungkin melakukannya dengan hukuman fisik. Hukuman tersebut hanya berpengaruh dalam waktu singkat saja.

Memang, hukuman itu dapat menahan atau menggantikan kelakuan-kelakuan tersebut selama ‘ hukuman itu mengancam. Tetapi setelah itu, ia akan kembali kepada kelakuan-kelakuan yang tak baik apabila ketegangan perasaannya itu tetap tak terselesaikan. –

Guna menghindari anak dari kegelisahan dan kenakalan-kenakalan tersebut, cara-cara berikut dapat dilakukan.

* Orangtua harus mengerti dasar-dasar pendidikan sehingga dapat memberikan perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan yang diperlukan anak. Orangtua juga harus sedikit meninggalkan urusan karier untuk mengurusi masalah serta konflik yang dialami anak.
* Pengisian waktu luang dengan teratur. Untuk mengeluarkan keinginan, semangat yang meluap dan mengurangi pikiran negatif perlu dicari jalan keluarga seperti kegiatan-kegiatan olah raga, penyaluran hobby anak dan sebagainya.
* Penyaringan buku-buku bacaan dan film. Dalam hal ini orangtua harus mampu menyaring cerita atau film yang harus dibaca dan dilihat oleh anak-anak remaja. Dengan demikian, mereka memiliki nilai-nilai moral dan tidak menemukan teladan yang tidak baik dalam film maupun bacaan tersebut.
* Membentuk markas-markas bimbingan dan penyuluhan. Dari pengalaman, banyak sekali anak-anak remaja yang menderita kegelisahan dan kebingungan karena mereka tidak mengerti akan pertumbuhan yang sedang mereka lalui. Oleh karena itu perlu adanya markas-markas penyuluhan dan bimbingan untuk menampung kesukaran-kesukaran mereka.
* Pengertian dan pengalaman ajaran agama. Orangtua yang tidak mengerti akan ajaran agama tidak akan dapat memberikan didikan budi pekerti pada anak-anaknya. Oleh karena itu perlu disebarluaskan pengajaran agama yang murni dan tidak diwarnai kepentingan-kepentingan pribadi, ekonomi dan politik.
* Orangtua perlu menunjukkan kesabaran dalam menghadapi perubahan tingkah laku remaja yang sulit diduga sifat, sikap dan jalan pikirannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Listiana Advokat: Terima kasih sudah hadir di blog saya, dan terima kasih juga karena ternyata tulisan saya mendapat respon yang baik dari anda. Semoga bermanfaat ya...
  • rikh4: Masax ia ???kwkww
  • Badual: kerenlah kalu begitu!!

Kategori

%d blogger menyukai ini: